Selasa, 25 September 2012

puisi galau

hallo taman-teman,
hari ini saya bingung mau nge-post apa di blog. setelah sekian lama ga pernah buka blog ini lagi.
jadi saya putusin aja buat nge posting kata-kata yang pernah saya buat. maksudnya sih mau buat puisi yang sesuai ma perasaan ku. tapi setelah jadi sepertinya ga mirip puisi sama sekali deh kayanya.dan saya ga tau harus kasi judul apa kalau ini jadi puisi.

hehehe....
maklum lah saya sama sekali bukan ahlinya soal puisi or sastra...
tapi ini tetap karangan yang bisa ku buat.



seberapa keras ku coba melupakanmu
namun bayangmu...
selalu datang lagi dan lagi di kehidupanku

seberapa besar keinginanku tuk jauh darimu,,,
tapi dirimu selalu ada di hadapanku
memenuhi setiap hariku 
 
membuatku semakin sulit
membuatku semakin tersiksa 
tuk berusaha menghilangkan perasaanku terhadapmu

mengapa rasa ini hadir kembali
seteah ku kehilangan sosoknya dihidupku...
mengapa harus kamu ???
sampai kapan ku pendam perih ini ???
apa harus aku kehilanganmu dulu ???
seperti ku kehilangan dia 
agar ku bisa menghilangkan semua perasaan ku kepadamu

ku tak ingin merasakan sakit dan perih itu lagi
menyukai dan menyayangi seseorang yang selau ada didekatku
dan melihatnya  pergi dari hidupku
 tanpa sempat ku mengungkapkan perasaanku

aku tak mau merasakan pedih kehilangan orang yang aku sayang......




hahaha....
sepertinya kata-katanya sok puitis bangat ya,,,
padahal gak samasekali kan....
malah mungkin ada yang bakal berpendapat kata-kata ini terlalu LEBAY...
tersearah.... itukan pendapat kalian,,,
terima kasih sudah mau datang ke blog-ku,,,
kalau sembat tolong kasi komentar ya tentang blog saya,,,
agar postingan selanjutnya bisa lebih baik lagi... ^_^

Senin, 24 September 2012

tugas bahasa inggris Que




Expressions of telephoning


Talking on the phone in a foreign language is even more difficult than talking face to face, since we cannot use gestures, facial expressions, etc. While talking on the phone, we have to speak slowly and clearly, and have to ask questions to clarify anything we don't understand.
In this Module, we will learn many useful telephoning expressions.
. Many of these expressions are more or less fixed, so try to remember them as they are and practice using them with your teacher, your friends, etc.

1 Satuan: Menjawab Telepon

In this Unit, we will first look at expressions for answering the phone.
·     Answering the Phone At Home Menjawab Telepon At Home
·     Hello? Halo?
·     Hello, Sato residence. Halo, Sato tinggal.
·     Hello, Ken Sato speaking. Halo, Ken Sato berbicara.
·     Ken Sato. Ken Sato.
Please note the different expressions used when answering the phone at home and at work.
·     Yeah! (informal) Ya! (Informal)
·     Answering the Phone in the Office Menjawab Telepon di Kantor
·     Sato Corporation. Sato Corporation. May I help you? Bisa saya bantu?
·     Ken Sato speaking. Ken Sato berbicara. May I help you? Bisa saya bantu?
·     Personnel Department. Departemen Personalia. How may I help you? Bagaimana saya bisa membantu Anda?
·     Asking a Caller Who He/She Wants to Talk to Meminta penelpon sebuah Siapa Dia / Dia Ingin Bicara
·     Who do you want to talk to? Siapa yang Anda ingin bicara?
·     Who would you like to talk to? Siapa yang akan Anda ingin bicara?
·     Who do you wish to speak to? Siapa yang Anda ingin berbicara dengan?
·     Asking a Caller to identify Him/Herself Meminta penelpon untuk mengidentifikasi Nya / diri-
·     May I ask who's calling, please? Bolehkah saya bertanya siapa yang menelepon, please?
·     Who shall I say is calling? Siapa yang akan saya katakan adalah menelepon?
·     Who's calling, please? Siapa yang menelepon?
·     Who's calling? (informal) Siapa yang memanggil? (Informal)
·     Who is it? (informal) Siapa ini? (Informal)
·     Putting a Caller on Hold Puting penelpon di Tahan
·     Hold the line, please. Tolong tunggu sebentar.
·     Just a moment, please. Hanya sebentar, silakan.
·     Just a second, please. Hanya kedua, silakan.
·     Please hold on. Silakan tunggu.
·     Please hold on a second. Harap tunggu sebentar.
·     Please hang on a second. Harap tunggu sebentar.
·     Hold on. (informal) Tunggu. (Informal)
·     Hold on a sec. (informal) (sec = short for second) Tunggu sebentar. (Informal) (detik = singkat untuk kedua)
·     Hang on a sec. (informal) Tunggu sebentar. (Informal)
Dialog 1: (Jan is calling her friend, Joe) Dialog 1: (Jan memanggil temannya, Joe)  
·     Joe : Hello? Joe: Halo?
·     Jan : Hello, is Joe there? Jan: Halo, Joe sana?
·     Joe : Speaking. Who's it? Joe:. Berbicara Siapa itu?
·     Jan : Joe, this is Jan. Jan: Joe, ini Januari
·     Joe : Oh, hi, Jan. How are you? Joe: Oh, hai, Januari Bagaimana Anda?
Dialog 2: (Jan is calling her friend, Joe. Joe's wife answers the phone) Dialog 2: (Jan memanggil temannya, Joe istri Joe menjawab telepon.)  
·     Wife : Brown residence. Istri: tinggal Brown.
·     Jan : Hello, may I speak with Joe, please? Jan: Halo, bisa bicara dengan Joe, silahkan?
·     Wife : May I ask who's calling? Istri: Bolehkah saya bertanya siapa yang menelepon?
·     Jan : It's Jan Kato calling. Jan: Ini, Jan Kato menelepon.
·     Wife : Hold on a second . Istri: Tunggu sebentar.
Dialog 3: (Jan is calling her client at his office) Dialog 3: (Jan memanggil kliennya di kantornya)  
·     Receptionist : IMB Corporation. May I help you? Resepsionis:. IMB Korporasi yang bisa saya bantu?
·     Jan : Hello, may I speak with Mr. Tim Horton please? Jan: Halo, bisa bicara dengan Mr Tim Horton please?
·     Receptionist : May I ask who's calling, please? Resepsionis: Bolehkah saya bertanya siapa yang menelepon, please?
·     Jan : Jan Kato, from Global Inc. Jan: Jan Kato, dari Global Inc
·     Receptionist : Just a moment, please. Resepsionis: Tunggu sebentar, silakan.